Daftar Menu

Kamis, 06 Desember 2012

Mutiara Pendidikan

Kata Mutiara . . . . . . . .  .
  1. Pendidikan bukan persiapan untuk hidup. Pendidikan adalah hidup itu sendiri (John Dewey)
  2. Pendidikan bukanlah sesuatu yang diperoleh seseorang, tapi pendidikan adalah sebuah proses seumur hidup (Gloria Steinem)
  3. Arah yang diberikan pendidikan untuk mengawali hidup seseorang akan menentukan masa depannya (Plato)
  4. Murid yang dipersenjatai dengan informasi akan senantiasa memenangkan pertempuran (Meladee McCarty)
  5. Seorang Guru menggandeng tangan, membuka pikiran, menyentuh hati, dan membentuk masa depan. Seorang Guru berpengaruh selamanya. Dia tidak pernah tahu kapan pengaruhnya berakhir (Henry Adam)
  6. Kebajikan atau pengetahuan saja takkan cukup sebagai modalmenjadi seorang guru. Anugrah mengajar adalah bakat yang khas dan melibatkan kebutuhan Serta hasrat dalam diri sang guru itu sendiri. (John Jay Chapman)
  7. Salah satu tanda seorang pendidik yang hebat yakni mampu memimpin murid-murid menjelajahi tempat-tempat baru yang bahkan belum pernah didatangi sang pendidik itu sendiri (Thomas Groome)
  8. Mengajar sama dengan belajar lagi (Oliver Wendell Holmes)
  9. Guru biasa memberitahukan. Guru baik menjelaskan. Guru ulung memeragakan. Dan guru hebat mengilhami (William Arthur Ward)
  10. Aku menyentuh masa depan lalu aku mengajar (Christa McAuliffe)
  11. Kita tidak selalu bisa membangun masa depan bagi generasi muda. Tapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depan. ( Franklin D Roosevelt)
  12. Kita tidak bisa mengajari orang apapun Kita hanya bisa membantu mereka menemukannya di dalam diri mereka (Galileo Galilei)
  13. Jika kau memberi tahu mereka, mereka hanya akan melihatgerakan bibirmu. Jika kau menunjukan kepada mereka, mereka akan tergoda untuk melakukannya sendiri (Maria Montessori)
  14. Yang penting bukan bagaimana caramu hidup melainkan hidup siapa yang kamu ubah dengan hidupmu. Seorang majikan bisa memberitahumu apa yang ia harapkan darimu Tapi seorang guru membangkitkan pengharapanmu sendiri (Patricia Neal)
  15. Seni mengajar dalah seni membantu penemuan (Mark Van Doren)
  16. Aku bukan seorang guru tapi sang pembangkit (Robert Frost)
  17. Tujuan mengajar adalah untuk membuat anak bisa maju tanpa gurunya (Elbert Hubbard)
  18. Jangan pernah meragukan keberhasilan sekelompok kecil orang yang bertekad mengubah dunia karena hanya kelompok seperti itulah yang pernah berhasil melakukannya (Margaret Mead)
  19. Setiap orang berbakat di bidang tertentu. Kita hanya harus menemukan apa bakatnya (Evelyn Blose Holman)
  20. Apa yang ingin dipelajari murid sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan guru(Lois E.LeBar)
  21. Bertindaklah seolah apa yang kau lakukan membuat perbedaankarena kenyataannya memang begitu. Ajari murid-murid menggunakan bakat apapun yang mereka miliki. Hutan akan sunyi jika yang berkicau hanyalah burung-burung yang paling merdu kicaunya Kita cemas akan jadi apa anak kita nantinya namun kita lupa bahwa ia sudah jadi seseorang sekarang(Stacia Tusher)
  22. Mengajar bukan profesi. Mengajar adalah kegemaran. Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku adalah unsur penentu di dalam kelas. Pendekatan pribadikulah yang menciptakan iklimnya. Suasana hatikulah yang membuat cuacanya. Sebagai seorang guru, aku memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membuat hidup seseorang menderita ataugembira. Aku bisa menjadi alat penyiksa atau pemberi ilham, bisa bercanda atau mempermalukan, melukai atau menyembuhkan. Dalam semua situasi, reaksikulah yang menentukan apakah sebuah krisis akan memuncak atau mereda dan apakah seseorang akan diperlakukan sebagai manusia atau direndahkan. ( Haim Ginott)
  23. I like a teacher who gives you something to take home to think about besides homework.  ~Lily Tomlin as “Edith Ann”
Saya suka guru yang memberimu sesuatu yang bisa dipikirkan di rumah selain PR.
  1. The dream begins with a teacher who believes in you, who tugs and pushes and leads you to the next plateau, sometimes poking you with a sharp stick called “truth.”  ~Dan Rather
Mimpi berawal dari seorang guru yang mempercayaimu, yang menarik, mendorong, membawamu ke dataran tinggi, kadang ia menusukmu dengan tombak tajam bernama, “Kebenaran.”
  1. In teaching you cannot see the fruit of a day’s work.  It is invisible and remains so, maybe for twenty years.  ~Jacques Barzun
Dalam mengajar, kau tidak bisa mengetahui buah hasilnya dalam sehari. Tidak bisa dilihat dan tetap begitu, mungkin (terlihat hasilnya) dua puluh tahun lagi.
  1. Teaching creates all other professions.  ~Author Unknown
Mengajar menciptakan semua profesi.
  1. If a doctor, lawyer, or dentist had 40 people in his office at one time, all of whom had different needs, and some of whom didn’t want to be there and were causing trouble, and the doctor, lawyer, or dentist, without assistance, had to treat them all with professional excellence for nine months, then he might have some conception of the classroom teacher’s job.  ~Donald D. Quinn
Jika seorang dokter, pengacara, dan dokter gigi memiliki 40 orang dalam satu waktu di kantornya, semuanya memiliki kebutuhan yang berbeda, dan semuanya disana membawa masalah; dan seorang dokter, pengacara, ataupun dokter gigi, tanpa bantuan, harus mengurus mereka semua dengan tenaga profesional selama 9 bulan, mungkin dia (dokter dkk) memiliki beberapa gambaran ‘bagaimana pekerjaan guru di dalam kelas.’
  1. A teacher is one who makes himself progressively unnecessary. ~Thomas Carruthers
Seorang guru itu adalah orang yang membuat dirinya sendiri semakin tidak berguna.
  1. A teacher who is attempting to teach without inspiring the pupil with a desire to learn is hammering on cold iron.  ~Horace Mann
Seorang guru yang berusaha mengajarkan tanpa menginspirasi muridnya dengan keinginan untuk belajar adalah seperti memalu besi dingin.
  1. Most teachers have little control over school policy or curriculum or choice of texts or special placement of students, but most have a great deal of autonomy inside the classroom.   ~Tracy Kidder
Kebanyakan guru memiliki sedikit kontrol terhadap kebijakan sekolah, kurikulum, pilihan teks, atau penempatan khusus siswa, tapi kebanyakan mereka memiliki banyak otonomi di dalam kelas.
  1. A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stops.  ~Henry Brooks Adams
Seorang guru mempengaruhi keabadian; ia tidak pernah bisa mengungkapkan dimana pengaruhnya berhenti.
  1. A good teacher is like a candle – it consumes itself to light the way for others.  ~Mustafa Kemal Atatürk, translated from Turkish
Guru yang baik itu ibarat lilin – membakar dirinya sendiri demi menerangi jalan orang lain.
  1. If you have knowledge, let others light their candles at it.  ~Margaret Fuller
Jika kau memiliki pengetahuan, biarkan orang lain menerangi lilin mereka pada pengetehuanmu.
  1. A good teacher is a master of simplification and an enemy of simplism.  ~Louis A. Berman
Guru yang baik adalah seorang master penyederhanaan dan musuh kesederhanaan.
  1. We expect teachers to handle teenage pregnancy, substance abuse, and the failings of the family.  Then we expect them to educate our children.  ~John Sculley
Kita berharap para guru bisa mengurusi kehamilan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, dan kegagalan dalam keluarga. Lalu kita berharap mereka bisa mendidik anak-anak kita.
  1. Good teachers are costly, but bad teachers cost more.  ~Bob Talbert
Guru yang baik itu mahal, tapi guru yang buruk itu lebih mahal.
  1. The mediocre teacher tells.  The good teacher explains.  The superior teacher demonstrates.  The great teacher inspires.  ~William Arthur Ward
Guru yang sedang-sedang saja memberitahukan. Guru yang baik menjelaskan. Guru yang ulung mendemonstrasikan. Dan Maha guru itu menginspirasi.
  1. The best teacher is the one who suggests rather than dogmatizes, and inspires his listener with the wish to teach himself.  ~Edward Bulwer-Lytton
Guru terbaik adalah orang yang menganjurkan bukan men-dogma-kan, dan menginspirasi pendengarnya dengan harapan bisa mengajarkan dirinya sendiri.
  1. A teacher’s purpose is not to create students in his own image, but to develop students who can create their own image.  ~Author Unknown
Tujuan seorang guru bukanlah menciptakan siswa-siswanya menurut pandangannya, tapi mengembangkan siswanya yang mampu menciptakan pandangan mereka sendiri.
  1. What the teacher is, is more important than what he teaches.  ~Karl Menninger
Makna guru itu lebih penting daripada apa yang ia ajarkan.
  1. Teaching should be full of ideas instead of stuffed with facts.  ~Author Unknown
Mengajar seharusnya penuh dengan ide-ide sebagai ganti dari penuh dengan fakta-fakta.
  1. Teaching is leaving a vestige of one self in the development of another.  And surely the student is a bank where you can deposit your most precious treasures.  ~Eugene P. Bertin
Mengajar itu meninggalkan sisa seseorang pada perkembangan orang lain. Dan siswa adalah sebuah bank dimana kau dapat mendepositokan harta paling berhargamu.
  1. Teachers who inspire know that teaching is like cultivating a garden, and those who would have nothing to do with thorns must never attempt to gather flowers.  ~Author Unknown
Guru yang menginspirasi tahu bahwa mengajar itu seperti menanami kebun, dan mereka yang tidak memiliki apapun saat ada duri pasti tidak akan berusaha untuk mengumpulkan bunga.
  1. Teachers who inspire realize there will always be rocks in the road ahead of us.  They will be stumbling blocks or stepping stones; it all depends on how we use them.  ~Author Unknown
Guru yang menginspirasi tahu bahwa selalu ada bebatuan di jalan yang menghadang. Bebatuan tersebut bisa berupa batu penghalang atau batu bertingkat; tergantung bagaimana kita memanfaatkan batu tersebut.
  1. Teaching is not a lost art, but the regard for it is a lost tradition.  ~Jacques Barzun
Mengajar itu bukanlah seni yang hilang, tapi kehormatannya itu tradisi yang hilang.
  1. A teacher’s job is to take a bunch of live wires and see that they are well-grounded.  ~D. Martin
Pekerjaan guru itu mengambil rangkaian kawat hidup dan mengetahui bahwa mereka sedang tertimbun di bawah bumi.
  1. What a teacher writes on the blackboard of life can never be erased.  ~Author Unknown
Apa yang guru tulis di atas papan kehidupan tidak dapat dihapus.
  1. The teacher who is indeed wise does not bid you to enter the house of his wisdom but rather leads you to the threshold of your mind.  ~Kahlil Gibran
Guru yang bijak tidak menawarkanmu masuk ke rumah kebijaksanaannya tapi lebih membimbingmu pada ambang pintu otak kalian.
  1. Discover wildlife:  be a teacher!  ~Author Unknown
Untuk menemukan kehidupan rimba: Jadilah seorang guru!
  1. The task of the excellent teacher is to stimulate “apparently ordinary” people to unusual effort.  The tough problem is not in identifying winners:  it is in making winners out of ordinary people.  ~K. Patricia Cross
Tugas guru yang ulung itu untuk menstimulasikan orang yang “biasa” menjadi usaha yang tidak biasa. Masalah yang berat itu bukan pada mengenali pemenang: tapi membuat pemenang menjadi orang luar biasa.
  1. When you teach your son, you teach your son’s son.  ~The Talmud
Saat kau mengajarkan anakmu, berarti kau mengajarkan anaknya anakmu.
  1. The best teachers teach from the heart, not from the book.  ~Author Unknown
Guru paling baik mengajarkan dari hari, bukan dari buku.
  1. The average teacher explains complexity; the gifted teacher reveals simplicity.  ~Robert Brault.
Rata-rata guru menjelaskan kerumitan; guru yang berbakat mengajarkan kemudahan.
  1. Who dares to teach must never cease to learn.  ~John Cotton Dana
Orang yang berani mengajar tidak bararti berhenti belajar.
  1. There are three good reasons to be a teacher – June, July, and August.  ~Author Unknown
Ada tiga alasan yang baik untuk menjadi guru – Juni, Juli, dan Agustus.
  1. A truly special teacher is very wise, and sees tomorrow in every child’s eyes.  ~Author Unknown
Guru yang benar-benar istimewa itu sangat bijaksana, dan tahu hari esok pada mata anak-anak didiknya.
  1. A teacher should have maximal authority, and minimal power.  ~Thomas Szaz
Seorang guru seharusnya memiliki wewenang maksimal dan kekuasaan yang minimal.
  1. To teach is to learn twice.  ~Joseph Joubert, Pensées, 1842
Mengajar itu belajar dua kali.
  1. The secret of teaching is to appear to have known all your life what you just learned this morning.  ~Author Unknown
Rahasia mengajar itu nampak saat mengetahui apa yang kau pelajari tadi pagi.
  1. Teachers touch the future.  ~Author Unknown
Guru menyentuh masa depan.
  1. Don’t try to fix the students, fix ourselves first.  The good teacher makes the poor student good and the good student superior.  When our students fail, we, as teachers, too, have failed.  ~Marva Collins
Jangan coba memperbaiki siswa, perbaiki diri sendiri dulu. Guru yang baik membuat siswa bodoh menjadi cerdas, dan membuat siswa cerdas menjadi lebih cerdas. Saat siswa kita gagal, kita, sebagai guru, juga gagal.
  1. The object of teaching a child is to enable him to get along without his teacher.  ~Elbert Hubbard
Tujuan mengajar anak kecil itu membuatnya dewasa tanpa guru.
  1. Teachers are expected to reach unattainable goals with inadequate tools.  The miracle is that at times they accomplish this impossible task.  ~Haim G. Ginott
Guru diharapkan bisa mencapai tujuan yang tidak bisa dicapai dengan alat seadanaya. Keajaiban itu ada saat mereka menyelesaikan tugas yang tidak mungkin.
  1. The art of teaching is the art of assisting discovery.  ~Mark Van Doren
Seni mengajar itu adalah seni membantu penemuan.
  1. The only reason I always try to meet and know the parents better is because it helps me to forgive their children.  ~Louis Johanno
Satu-satunya alasan saya selalu mencoba bertemu dan mengetahua orang tua itu adalah agar membantu saya memaafkan anak-anak mereka.
  1. If you promise not to believe everything your child says happens at school, I’ll promise not to believe everything he says happens at home.  ~Anonymous Teacher
Jika kau berjanji untuk tidak percaya pada segala hal yang anak-anak kalian lakukan di sekolah, saya akan berjanji untuk tidak percaya apa yang ia katakan di rumah.
  1. My brother is wiser than my teachers; I know they are worse than my brother.
Kakak saya lebih bijak dari guru-guru saya; saya tahu setelah mereka lebih buruk dari kakak saya.
  1. Teachers are to learn as well, if you can, be brave to teach them though you’re a student.
Guru juga belajar, beranilah mengajarinya meski kau adalah seorang siswa, jika mampu.
  1. The great teacher never asks to be paid; a good teacher never complains; a teacher is always on time.
Maha guru tidak pernah meminta bayaran; guru yang baik tidak pernah mengeluh; seorang guru biasa selalu datang tepat waktu.
  1. The only excuse I don’t want to be a teacher is I don’t want to be a teacher.
Satu-satunya alasan mengapa saya tidak mau jadi guru adalah “saya tidak mau menjadi guru.”

Senin, 03 Desember 2012

Guru Juga Harus Canggih



Kali ini kita telah memasuki abad 21, yang sering kita sebut sebagai era globalisasi. Menurut wikipedia globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Atau globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Era globalisasi ini bisa disebut sebagai tantangan karena pada era ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan secara melesat. Perkembangan yang terjadi semakin pesat. Dampak yang terjadi adalah banyaknya perubahan-perubahan terutama dalam hal pendidikan.
Para ahli mengatakan bahwa era globalisasi merupakan era pengetahuan karena pengetahuan menjadi landasan utama segala aspek kehidupan. Menurut Naisbit (1995) ada 10 kecenderungan besar yang akan terjadi pada pendidikan di era globalisasi yaitu; 1) dari masyarakat industri ke masyarakat informasi, 2) dari teknologi yang dipaksakan ke teknologi tinggi, 3) dari ekonomi nasional ke ekonomi dunia, 4) dari perencanaan jangka pendek ke perencanaan jangka panjang, 5) dari sentralisasi ke desentralisasi, 6) dari bantuan institusional ke bantuan diri, 7) dari demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipatoris, dari hierarki-hierarki ke penjaringan, 9) dari utara ke selatan, dan 10) dari pilihan biner ke pilihan majemuk. Berbagai implikasi kecenderungan tersebut berdampak terhadap dunia pendidikan yang meliputi aspek kurikulum, manajemen pendidikan, tenaga kependidikan, strategi dan metode pendidikan. Selanjutnya Naisbitt (1995) mengemukakan ada 8 kecenderungan besar di Asia yang ikut mempengaruhi dunia yaitu; 1) dari negara bangsa ke jaringan, 2) dari tuntutan eksport ke tuntutan konsumen, 3) dari pengaruh Barat ke cara Asia, 4) dari kontrol pemerintah ke tuntutan pasar, 5) dari desa ke metropolitan, 6) dari padat karya ke teknologi canggih, 7) dari dominasi kaum pria ke munculnya kaum wanita, dan dari Barat ke Timur. Kedelapan kecenderungan itu akan mempengaruhi tata nilai dalam berbagai aspek, pola dan gaya hidup masyarakat baik di desa maupun di kota. Pada gilirannya semua itu akan mempengaruhi pola-pola pendidikan yang lebih disukai dengan tuntutan kecenderungan tersebut. Dalam hubungan dengan ini pendidikan ditantang untuk mampu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan kecenderungan itu tanpa kehilangan nilai-nilai kepribadian dan budaya bangsanya.
Menurut Makagiansar (1996) memasuki era glogalisasi pendidikan akan mengalami pergeseran perubahan paradigma yang meliputi pergeseran paradigma: 1) dari belajar terminal ke belajar sepanjang hayat, 2) dari belajar berfokus penguasaan pengetahuan ke belajar holistik, 3) dari citra hubungan guru-murid yang bersifat konfrontatif ke citra hubungan kemitraan, 4) dari pengajar yang menekankan pengetahuan skolastik (akademik) ke penekanan keseimbangan fokus pendidikan nilai, 5) dari kampanye melawan buta aksara ke kampanye melawan buat teknologi, budaya, dan komputer, 6) dari penampilan guru yang terisolasi ke penampilan dalam tim kerja, 7) dari konsentrasi eksklusif pada kompetisi ke orientasi kerja sama. Dengan memperhatikan pendapat ahli tersebut nampak bahwa pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang bersifat kompetitif.
Siswa yang karakteristiknya memiliki rasa keingin tahuan yang sangat besar lebih ngulik dalam hal teknologi. Mereka lebih tahu dan kreatif jika dibandingkan dengan guru-guru yang sudah cukup umur. Meski banyak pula guru-guru muda yang melek teknologi, namun masih banyak pula guru yang kurang canggih. Penyebab guru yang tidak canggih itu mungkin karena sebagian guru senior belum mengenal komputer sejak duduk di bangku SD hingga tamat Sekolah Pendidikan Guru. Jika ada yang sudah mengenal komputer mungkin dikarenakan keinginan pribadi untuk belajar dan menggunakan komputer atau tuntutan keadaan yang mengharuskan guru tersebut bisa menggunakan komputer.
Para profesional guru perlu memiliki kemampuan dalam melengkapi peserta didik menjadi warga global. Peserta didik yang siap menjadi warga global tidak boleh lagi memiliki kecanggungan atau kendala dalam merespons dan berinteraksi dengan warga lain yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Di era globalisasi sekarang ini, e-learning (electronic learning) menjadi trend dimana-mana. Dalam konteks ini, kesigapan guru untuk menguasai ICT dan menyediakan materi belajar yang cocok untuk F- learning (flexible learning) bagi anak didik kita menjadi sangat vital. Ketrampilan siswa dalam komputer dan menggunakan internet juga sangat penting. Sayangnya, banyak guru yang justru resisten terhadap inovasi teknologi pembelajaran karena tidak mau belajar lagi hal-hal baru yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman. Ada empat ciri budaya atau kiat sukses di era informasi/globalisasi, yaitu :
·         Melek teknologi
·         Kecepatan dalam semua proses kerja
·         Kreativitas dan inovasi
·         Kemampuan mengembangkan relasi tanpa batas wilayah dan budaya
Melek teknologi bagi seorang guru profesional haruslah menjadi kebutuhan agar tidak tertinggal. Kecepatan dalam semua proses kerja juga sangat menentukan sukses kita dalam menangkap peluang yang datangnya pasti tidak setiap saat. Kreativitas dan kemampuan mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif sangat penting dalam pengembangan diri setiap guru. Kesuksesan dalam mendidik di era globalisasi akan sangat tergantung pada persiapan-persiapan yang kita lakukan sekarang.
Guru di era global adalah guru yang mempunyai tugas memberikan pendidikan bermutu secara profesional. Wardiman Djojonegoro dalam konteks ini pernah menyatakan dalam makalahnya bahwa bangsa kita menyiapkan diri untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Ciri SDM yang berkualitas tersebut adalah memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan iptek, mampu bekerja secara profesional dengan orientasi mutu dan keunggulan, dan dapat menghasilkan karya-karya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian. Sebagai tenaga pendidikan, guru professional tidak lepas dari pencitraan yang diberikan dari orang lain.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa profesionalisme guru merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi, seiring dengan semakin meningkatnya persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi, terutama dalam bidang pendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah melalui sertifikasi yang merupakan sebuah proses ilmiah yang memerlukan pertanggungjawaban moral dan akademis.
Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu cepat di abad ke-21 ini telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk proses belajar mengajar. Ketika sumber informasi bisa diakses darimana saja tanpa hambatan, para pendidik dituntut dan berkesempatan memanfaatkan kemajuan tersebut untuk menemukan cara pembelajaran yang lebih efektif. Dengan kata lain, di era 21 ini guru juga harus canggih tidak hanya murid saja yang mengikuti perkembangan kemajuan teknologi.
          Salah satu bentuk kemajuan teknologi informasi yang bisa diaplikasikan oleh guru adalah e-learning (pembelajaran jarak jauh). Menurut Henderson,(1987) e-learning adalah pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer, atau biasanya Internet (The e-learning Question and Answer Book, 2003). Henderson menambahkan juga bahwa e-learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran di kelas. Dengan cara ini, pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari. Jika, pembelajaran ditunjang oleh perusahaan, maka si pembelajar bisa mengakses modul yang dipelajarinya dengan mengkoordinasikan waktu ia belajar dan waktu ia bekerja. Misalnya, jika pada pagi hari sampai siang hari, ia dituntut untuk menyelesaikan pekerjaannya di kantor, maka ia bisa menyisihkan waktu di sore hari menjelang pulang untuk belajar. Tugas-tugas yang sehubungan dengan e-learning yang ditekuni pun bisa disesuaikan waktu pengerjaannya dengan kesibukan pembelajar.
          Saat ini mungkin hampir sebagian penduduk Indonesia memiliki situs jejaring sosial benama facebook. Bahkan siswa Sekolah Dasar pun sudah memilikinya. Hal ini tentunya harus bisa dimanfaatkan oleh guru yang canggih tersebut. Jika kebanyakan orang mempunyai akun facebook untuk menambah relasi atau teman, kita harus bisa memanfaatkannya untuk media pembelajaran jarak jauh.
Dalam sistus jejaring sosial bernama facebook terdapat grup. Guru tinggal membuat grup dan mengundang muridnya untuk bergabung dalam grup tersebut. Agar pembelajaran berlangsung secara efektif dan menyenangkan, ada beberapa tips yang bisa diterapkan.
·         Guru perlu membuat peraturan yang wajib dipatuhi murid-murid yang tergabung di grup facebook. Ini bertujuan supaya proses belajar di grup tetap kondusif dan tujuan pembelajaran tercapai. Termasuk didalamnya mengingatkan murid-murid untuk tetap bersikap sopan dalam memberikan pendapat atau komentar.
·         Guru harus kreatif dalam menampilkan materi-materi di grup facebook agar aktifitas belajar lebih hidup. Apalagi dengan beragamnya sumber belajar di internet menjadikan guru punya banyak kesempatan membuat sesuatu yang berbeda dengan belajar di dalam kelas. Atau bisa juga menyisipkan video yang bagus untuk dibahas seperti memutarkan video dari YouTube yang berkaitan dengan pelajaran yang dibahas.
·         Guru juga jangan sampai lupa untuk memuji murid-murid yang bersikap baik dan aktif di grup facebook. Ataupun memberikan ucapan selamat bila ada diantara mereka yang berulang tahun atau mungkin memberikan semangat ketika mereka sedang mempersiapkan diri untuk ujian. Guru bisa lebih kreatif dengan mengirimkan ucapan dalam bentuk yang unik.
Selain dengan adanya grup tersebut, melalui situs jejaring sosial facebook, siswa bisa mengirimkan tugas tanpa harus bertemu dengan guru. Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah kreativitas guru dan jangan sampai siswa kecanduan facebook sehingga malas belajar.
Jadi sebagai guru yang hidup di era globalisasi ini, kita harus canggih, jangan kalah canggih sama muridnya. Kita harus terus mengikuti perkembangan jaman terutama ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru harus memanfaatkan kemajuan IPTEK ini menjadi sebuah pembelajaran walaupun fungsi utamanya bukan untuk belajar, seperti sistus jejaring sosial facebook tersebut.
Tidak dapat dipungkiri, beberapa tahun yang akan datang teknologi akan semakin canggih, jadi kita sebagai guru jangan telat canggih. Bahkan jika bisa, ciptakan teknologi sendiri.